All posts by webammer_anand

The Node.js Update - #Week 33 - 17 August, 2018

By Tamas Kadlecsik

The Node.js Update - #Week 33 - 17 August, 2018

Below you can find RisingStack‘s collection of the most important Node.js updates, tutorials & announcements from this week. Table of contents:

August 2018 Node.js Security Releases

Updates are now available for all active Node.js release lines. These include upgrades for OpenSSL and fixes for the vulnerabilities identified in the initial announcement (below).

Downloads are available for the following versions. Details of code changes can also be found on each release page.

Vulnerabilities fixed:

  • OpenSSL: Client DoS due to large DH parameter: This fixes a potential denial of service (DoS) attack against client connections by a malicious server.
  • OpenSSL: ECDSA key extraction via local side-channel: Attackers with access to observe cache-timing may be able to extract DSA or ECDSA private keys by causing the victim to create several signatures and watching responses.
  • Unintentional exposure of uninitialized memory: Node.js TSC member Nikita Skovoroda discovered an argument processing flaw that causes Buffer.alloc() to return uninitialized memory. This method is intended to be safe and only return initialized, or cleared, memory. The third argument specifying encoding can be passed as a number, this is misinterpreted by Buffer‘s internal “fill” method as the start to a fill operation. This flaw may be abused where Buffer.alloc() arguments are derived from user input to return uncleared memory blocks that may contain sensitive information.
  • Out of bounds (OOB) write: Node.js TSC member Nikita Skovoroda discovered an OOB write in Buffer that can be used to write to memory outside of a Buffer‘s memory space. This can corrupt unrelated Buffer objects or cause the Node.js process to crash.

How to Debug a Node.js app in a Docker Container

Most of the time you can be well off running your app on your local machine and use containers only to sandbox your databases and messaging queues, but some bugs will show themselves only when the app itself is containerized as well. In these cases, it is very helpful to know how to attach a debugger to the service.

The Node.js Update - #Week 33 - 17 August, 2018

An Overview of Buffers in Node.js

Buffers are Node.js’ built-in type for storing arbitrary binary data. Because most Node.js developers don’t use buffers much beyond occasionally reading data from a file, buffers are a common source of confusion. In this article,

I’ll demonstrate how buffers work in Node.js, and describe a neat use case for buffers with MongoDB and Mongoose.

Containerizing a Node.js API & Using Docker with Kubernetes and Minikube

One of the most talked about combos as of late is Docker and Kubernetes. Docker and Kubernetes are a powerhouse that makes it infinitely easier to develop fast, immutable applications capable of running on multiple operating systems, without all the hassle of handling all the requirements of package management. Docker packages all of the requirements for any given operating system in your Docker container and, with a few Kubernetes commands, your application can be served to users, AND with immutable pods that can be killed and brought up at any time with a single Kubernetes command.

The Node.js Update - #Week 33 - 17 August, 2018

In this post, I’ll walk you through how I containerized an application with Docker and served it locally using Kubernetes and Minikube. In the end, you’ll walk away with enough knowledge to do the same and, hopefully, take it to the next level by launching your own app in the cloud with Kubernetes.

Node.js for the Non-Node.js Developer

Ok, Node.js experts (and yes, I go back and forth between Node and Node.js, sue me), please do not get too angry here. I’m going to define Node in a way that made sense to me when I learned. There are better, deeper explanations, but I want to keep this simple.

Node is – for all intents and purposes – using JavaScript on the server. It was created in 2009 (although Netscape had an earlier version no one seems to remember) and is powered by V8. Not the drink (although that would be awesome), but Chrome’s JavaScript engine. It is open source (ahem, Adobe) and supported by a lot of large companies. Basically you don’t have to worry about it going away or having a huge price jump.

Node.js Foundation Announces Speakers Bureau

The Node.js Foundation Speakers Bureau is made up of Node.js and open source thought leaders and technical experts from around the world. They can speak on multiple topics from best practices in building open source community consensus, JavaScript’s role in IoT to scaling JavaScript in the enterprise.

The Node.js Update - #Week 33 - 17 August, 2018

Members of the Node.js Foundation Speakers Bureau are available to speak on behalf of the Node.js Foundation and Node.js at both public and private industry events.

For more Node.js content, follow us on Twitter @RisingStack.

In case you need guidance with Docker, Kubernetes, Microservices or Node.js, feel free to ping us at info@risingstack.com!

Source:: risingstack.com

Pushing Node.js to Azure While You Make Your Coffee

By John Papa

Many of us enjoy our coffee in the morning … or late afternoon … or whenever we can get a dose of “wake me up”. It takes just a few minutes. But those are also precious minutes away from the keyboard where I feel most productive. Often I run a process when I go to make my coffee, but so many take so long that it is nice when I can get something done in just a few seconds or minutes.

I’ve been using this relatively new command for Azure called az webapp up. It pushes my node.js apps up to Azure without asking me a ton of questions. Run it in a folder and give it a name and boom! It’s in the cloud!

Got Node? Push your app to the cloud ☁️ with az webapp up 🌎

Try it 👉 https://t.co/Y8AoIaDL15 pic.twitter.com/X2EH5xFSIg

— John Papa (@John_Papa) August 14, 2018

Check out this video to see it in action. Or give it a try for yourself, when you are making your next coffee.

Source:: johnpapa

Cara Memulai Belajar Pemrograman Untuk Pemula

By Inaq Ami

Cara Memulai Belajar Pemrograman Untuk Pemula

Di bawah ini adalah Cara Memulai Belajar Pemrograman Untuk Pemula yang bisa anda terapkan.

Belajar Bhs Inggris

Trick ini merupakan yang sekurang-kurangnya terkait dengan dunia per-coding-an atau pemrograman tetapi malah yang sangat terpenting. Mengapa? Karena dokumentasi tools & frame-work dan tutorial bhs pemrograman tambah lebih banyak yang ditulis memakai Bhs Inggris. Akan beda ceritanya bila Anda memiliki penerjemah pribadi serta menerjemahkan tiap-tiap kata untuk kata di monitor monitor Anda. Cobalah saja banding keyword “tutorial pemrograman” serta “programming tutorial” di mesin-pencari Google. Diluar itu forum-forum developer banyak juga memakai Bhs Inggris seperti Stack Overflow misalnya. Serta kita mustahil berkomunikasi dengan developer dari semua dunia dengan memakai Bhs Swahili kan?

Bukan sekedar itu saja, Bhs Inggris penting juga bila kita telah pakar dalam per-coding-an serta punya niat jadi seseorang freelancer serta mencari pekerjaan dari website crowdsourcing. Ditambah lagi bila kita memandang nilai ganti Dollar ke Rupiah lebih menguntungkan buat seseorang developer. Awalilah belajar Bhs Inggris semenjak awal karena belajar Bhs Inggris bukan hal yang susah untuk dikerjakan serta dapat juga dikerjakan dengan cara otodidak.

Kuasai Ide Basic Lebih Dahulu

Semua yang instant tidak selamanya baik apalagi dalam soal evaluasi. Godaan dalam belajar coding yang terbesar merupakan frame-work. Dengan frame-work kita dapat membuat suatu app dalam hitungan hari dari yang awal mulanya belumlah sempat membuat app benar-benar. Masalahnya merupakan bila kita ditempatkan dengan beberapa masalah spesifik yang perlu dikerjakan dengan beberapa fungsi basic bhs pemrograman. Tentulah kita akan kebingungan karena kita baru berputar di permukaaan.

Belajar ide basic pemrograman terlebih dulu seperti ‘if’ serta ‘loops’ akan tingkatkan kapabilitas kita dalam membaca kode yang ditulis orang yang lain. Hal seperti ini bermanfaat dalam kerjakan proyek kerjasama dengan developer lainnya. Serta yang sangat terpenting dalam kuasai ide basic pemrograman merupakan kita dapat tuangkan kreatifitas kita dalam bentuk baris kode. Anda akan rasakan sendiri waktu Anda telah terlatih untuk menulis kode pemrograman.

Buat Gagasan serta Jadwal Latihan Tersendiri

Musuh terbesar dalam latihan coding yang hadir dari sendiri merupakan perasaan malas. Perasaan malas berikut yang hentikan semangat menggelora yang lahir di awalnya proses belajar coding. Keadaan yang kerap dihadapi beberapa coder (sebutan orang yang beraktivitas coding, Red.) merupakan saat mereka telah dapat membuat satu aplikasi simpel dari tutorial dan berhenti disana saja. Mereka tidak mencari tutorial membuat type aplikasi yang lainnya.

Untuk hindari hal itu, kita dapat membuat jadwal spesial untuk latihan pemrograman. Bila dimisalkan seseorang Samurai, seseorang coder sebaiknya meniti “jalan pedang”. Mungkin saja arti “jalan pedang” ini dapat ditukar dengan “jalan keyboard” karena senjata yang dipakai merupakan keyboard bukan pedang.

Buat beberapa coder yang memandang coding hanya menjadi hoby, latihan tidak mesti sehari-hari. Sabtu & Minggu yang kerap dipakai untuk kegiatan hoby dapat jadi hari dimana latihan coding dijadwalkan. Buat yang serius memahami dunia per-coding-an untuk jadikan profesi, mungkin saja Anda mesti menyisihkan waktu 2-4 jam sehari-hari untuk latihan. Ingat! Coding dapat digolongkan menjadi ketrampilan yang bila tidak teratur diasah ketrampilan itu akan tumpul dengan sendirinya.

Buat Manfaat/Program Yang Belumlah Sempat Anda Buat

Apa app developer dapat digolongkan menjadi profesi kreatif? Tentunya dapat! Pada umumnya, …

Source:: htmlxprs.com

Genset 5000 watt: Penerang dikala Gelap

By Yolanda Syahputra

genset Penerang dikala Gelap

Dalam era milenial ini sudah tidak zaman dengan istilah ‘ribet’ saat mati listrik karena aktivitas terhalang bahkan terhenti total karena hampir 95% kehidupan manusia bergantung pada energi tak terbarukan Genset paling umum digunakan adalah genset dengan tipe open dan berkekuatan 5000 watt. Genset 5000 watt ini adalah teman setia rumah tangga ketika mati listrik karena tidak memerlukan bahan bakar besar.

Warga jogja yang memerlukan mesin genset, mayoritas pilih membeli di PT Rajawali Indo Utama yang jual genset jogja dengan harga paling murah diantara penjual lainya.

Cara kerja

Generator ini menggunakan bahan bakar yang artinya tidak dibutuhkan aliran listrik untuk dapat menghidupkannya atau dalam bahasa fisika dapat bekerja melalui energi kinetic atau gerak yang memang di butuhkan usaha untuk menggerakannya dengan menggunakan bahan bakar minyak berupa bensin atau solar.

Energi kinetik dibutuhkan untuk memunculkan aliran yang bersumber dari bahan bakar tersebut agar menghasilkan muatan listrik dari alternator yang secara sederhana dapat diilustrasikan seperti halnya energi kinetic yang kita lakukan saat mengayun sepeda dan menyebabkan sepeda itu bergerak, hanya saja generator ini berjalan dengan bahan bakar melalui tarikan beberapa dari tenaga kita hingga menyala.

Jenis Bahan Bakar

Jenis bahan bakar genset memang sebagian besar bersumber dari bahan bakar minyak seperti bensin atau solar, namun tidak hanya itu saja. Semakin kemajuan teknologi, generator dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan dapat diperbarui mulai banyak. Berikut beberapa macamnya:

  1. Gas

Tidak salah apabila menggukan gas LPG dalam situasi terdesak seperti saat mati listrik, namun umumnya kaum ibu lebih menginginkan LPG tetap utuh untuk urusan memasak ditambah gas subsidi semakin jarang.

Namun, menggunakan gas api atau flare gas juga dapat menjadi pengganti atau memanfaatkan hasil limbah (bio gas) yang lebih ramah lingkungan dan murah meskipun harus memiliki banyak teknik pengolahan.

  1. Bensin atau solar

Genset macam ini memang yang paling umum digunakan namun paling tidak ramah lingkungan. Memang mudah menemukannya apalagi dengan harga pasaran yang cukup murah, namun gas yang dihasilkan tentu menyebabkan udara menjadi tidak sehat dan mencemari lingkungan sekitar.

  1. Urin

Mungkin salah satu jenis bahan bakar ini terdengar menjijihkan, namun nyatanya urin atau air kencing manusia merupakan zat cair yang multifungsi. Dibanding harus membuang cairan yang nyatanya dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitar, tidak ada salahnya memanfaatkan urin sendiri yang apabila satu keluarga dapat bekerja sama untuk menampung sisa pembuangannya masing-masing.

Setelah urin dikumpulkan dapat direaksikan dengan senyawa khusus dan didiamkan untuk tenaga mesin generator yang akan menghemat pengeluaran.

Kegunaan

Generator dengan berbagai pilihan bahan bakar ini diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia dalam menghidupkan aliran listrik yang mati. Namun, kita memilki tanggung jawab untuk bersama melestarikan lingkungan dan menghemat daya untuk itu mengganti bahan bakar generator dengan energi terbarukan merupakan cara untuk menyelamatkan bumi.…

Source:: htmlxprs.com

Walikota Tangerang Selatan Memanfaatkan Teknologi untuk Memajukan Daerahnya

By Yolanda Syahputra

Walikota Tangerang Selatan Memanfaatkan Teknologi untuk Memajukan Daerahnya

Akhir 2017, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dalam bidang Innovative Government Award (IGA). Penghargaan ini menjadi satu bukti upaya pemerintah Kota Tangerang Selatan bangkit dan terus bergerak maju. Airin Rachmi Diany yang kini tengah menjalani periode keduanya menjadi Wali Kota Tangerang Selatan terus berupaya menghadirkan inovasi-inovasi dalam membangun wilayahnya serta melayani masyarakat. Dalam menyelenggarakan pemerintahan dan melayani masyarakat, perubahan serta dinamika terus terjadi mengikuti perkembangan ke arah yang lebih baik. Tidak berpuas diri dengan penghargaan IGA dari Kementerian Dalam Negeri, pemerintah kota terus berpacu dalam melayani masyarakat dengan mengandalkan kebangkitan inovasi dan kemajuan teknologi. Inovasi sudah menjadi bagian program pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada publik serta sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melanjutkan aplikasi inovasi dan teknologi, pada medio April 2018 ini, Airin meluncurkan tiga aplikasi canggih terkait dengan pelayanan masyarakat.

Aplikasi tersebut adalah aplikasi Tangsel Belajar, aplikasi Pantau Harga Pasar, juga aplikasi Ruang Rapat Online. “Ini merupakan implementasi dari visi Kota Tangsel, yaitu terwujudnya Kota Cerdas, Berkualitas, Berdaya Saing, Berbasis Teknologi dan Inovasi,” ujar Airin. Teknologi dan inovasi, kata dia, bukan lagi sebuah pilihan, tapi keharusan. Aplikasi ini juga diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan. “Kita ketahui bersama bahwa inovasi sudah menjadi kebutuhan instansi pemerintah guna meningkatkan kinerja pelayanan kepada publik. Secara umum, salah satu agenda prioritas pemerintah, baik di pusat maupun daerah, adalah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas,” katanya. Dengan aplikasi Tangsel Belajar, masyarakat bisa memanfaatkan belajar bahasa Inggris secara online. Masyarakat mereka bisa belajar dengan guru yang benar melalui aplikasi web maupun handphone. Sedangkan aplikasi Pantau Harga Pasar terkoneksi dengan Bank Indonesia sehingga masyarakat bisa mengecek harga pasar. Harga itu tidak hanya harga komoditas di Tangerang Selatan, tapi juga secara nasional. Sementara aplikasi Ruang Rapat Online merupakan aplikasi internal untuk mengetahui ketersediaan ruangan rapat. Selain tiga aplikasi tersebut, pemerintah Kota Tangerang Selatan meluncurkan aplikasi pelayanan antar (Siantar). “Aplikasi ini merupakan inovasi layanan publik untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat Tangsel, khususnya di Serpong Utara,” kata Airin. Aplikasi Siantar merupakan program yang sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat Tangerang Selatan. Lewat aplikasi Siantar, masyarakat yang ingin mengurus kartu tanda penduduk dan kartu keluarga tidak lagi perlu ke kelurahan. Cukup melalui aplikasi yang dapat diakses di web Tangerang Selatan, maka petugas kelurahan bisa datang ke rumah. Kurir ini akan mengantar berkas dokumen…

Source:: htmlxprs.com